Dalam dunia pergudangan dan logistik, ruang adalah aset berharga yang dapat membantu bisnis berkembang. Meski begitu, ruangan yang besar bukan satu-satunya faktor penentu bisnis bisa berjalan dan berkembang secara baik. Pasalnya, efisiensi pemanfaatan ruang gudang dengan sistem drive in rack terbukti mampu memberikan efek yang lebih signifikan.
Sistem rak ini terbukti dapat menghemat ruang hingga 60%-75% dibandingkan dengan rak konvensional. Penerapannya pun sudah banyak ditemukan pada gudang modern dengan berbagai jenis barang yang tersimpan. Hal ini menunjukkan bagaimana efektivitas sistem ini sudah tidak perlu diragukan lagi.
Lantas, bagaimana cara kerja drive in rack hingga mampu memberikan efektivitas yang begitu besar dalam menghemat ruangan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Mengenal Apa Itu Drive in Rack

Bagi Anda yang masih baru dalam dunia pergudangan atau logistik, mungkin belum familiar dengan istilah drive in rack. Ini merupakan sistem rak gudang dengan rancangan tanpa Lorong diantara beberapa rak penyimpanan. Struktur ini memungkinkan forklift untuk masuk (drive in) ke tatanan rak guna menempatkan ataupun mengambil pallet barang.
Penghilangan lorong akses inilah yang memungkinkan penyimpanan dalam gudang dapat dimaksimalkan. Seperti yang kita ketahui, Lorong akses pada gudang biasanya membutuhkan space yang tidak kecil yang menyebabkan kapasitas penyimpanan berkurang drastis.
Sistem ini umumnya diterapkan pada gudang penyimpanan dengan jenis barang yang relatif sama (homogen) serta memiliki jumlah besar. Beberapa contoh barang yang dimaksud adalah:
- Produk manufaktur massal
- Minuman kemasan
- Makanan beku dan cold storage
- Bahan baku industri
Prinsip yang digunakan pada sistem pergudangan ini adalah LIFO (Last In, First Out), yaitu barang yang terakhir masuk akan dikeluarkan pertama.
Bagaimana Bisa Drive in Rack Dapat Menghemat Ruang Hingga 75%?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem ini memaksimalkan rak penyimpanan dengan cara menghilangkan lorong akses. Padahal, dalam gudang konvensional, sebesar 40%-50% ruangan pada gudang digunakan untuk akses atau jalur forklift. Tetapi, pada sistem ini, Lorong ditiadakan kemudian diganti dengan jalur masuk langsung ke dalam rak.
Desain ini bisa memberikan beberapa manfaat sekaligus, seperti:
- Jumlah pallet yang disimpan dalam satu area bisa lebih banyak
- Tata letak gudang menjadi lebih padat tanpa mengorbankan keamanan
- Pemanfaatan tinggi gudang menjadi semakin maksimal
Keunggulan tersebut menjadi alasan mengapa sistem ini sangat populer dalam bisnis pergudangan. Terutama jika luas gudang terbatas.
Cara Kerja Drive in Rack

Mungkin Anda masih bingung bagaimana cara kerja gudang ketika menerapkan sistem drive in rack. Mengingat jalur akses untuk forklift akan dihilangkan.
Dalam praktiknya, forklift akan masuk masuk pada jalur rak untuk meletakkan pallet di sebuah rel penyangga yang berada di sisi kanan dan kiri. Pallet akan disusun sementara hingga penuh di tempat tersebut dengan susunan ke belakang. Setelah itu, barulah pallet dipindah ke jalur selanjutnya.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini alur kerja sistem pergudangan drive in rack:
- Forklift membawa pallet barang ke jalur rak
- Pallet ditempatkan pada rel penyangga
- Pengisian barang dilakukan mulai dari bagian belakang ke depan
- Sementara pengambilan barang dilakukan mulai dari depan ke belakang
Menariknya, rak yang digunakan pada sistem ini tidak menggunakan beam (lengan rak). Sehingga strukturnya dirancang sangat kokoh untuk memastikan rak mampu menahan beban dan aktivitas forklift di dalam rak.
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Sistem Drive in Rack?
Meski terdengar menarik, namun dalam praktiknya, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda menggunakan sistem ini. Berikut ini beberapa hal yang tak boleh diabaikan.
- Pastikan operator forklift memiliki kemampuan mumpuni dan berpengalaman
- Sesuaikan spesifikasi rak dengan kapasitas beban
- Gunakan pelindung rak guna mencegah benturan
- Lakukan inspeksi rutin pada struktur rak secara rutin
Empat hal utama tersebut wajib diperhatikan secara benar, mengingat kesalahan pada pengoperasian dapat berisiko terhadap keselamatan kerja dan menyebabkan kerusakan rak.
Perbandingan Drive in Rack dengan Rak Konvensional

Dari penjelasan di atas, tentu Anda sudah memahami betul jika drive in rack sangat berbeda dengan sistem rak konvensional. Perbedaan tersebut bukan hanya sekadar pada penataan rak, tetapi meliputi beberapa hal.
Drive in Rack:
- Lorong terbatas
- Akses pallet terbatas
- Kapasitas penyimpanan besar
- Fokus pada efisiensi ruang
Rak Konvensional:
- Akses ke setiap pallet mudah
- Membutuhkan banyak Lorong yang memakan kapasitas ruang
- Kapasitas ruang penyimpanan lebih terbatas
Meski drive in rack terlihat lebih unggul dari segi kapasitas ruang penyimpanan, namun tetap pertimbangkan kembali dengan jenis barang yang Anda simpan, ya! Juga, pertimbangkan prinsip gudang yang harus digunakan, apakah LIFO, FIFO, FEFO atau Average.
Pesan Rak Gudang di Rak Minimarket Indonesia

Salah satu kunci sukses dari penerapan sistem drive in rack adalah kualitas rak yang memadai. Ya, di atas telah disebutkan bahwa rak penyimpanan untuk sistem gudang ini harus sangat kokoh dan kuat. Mengingat forklift bisa langsung mengakses rak, serta beban penyimpanan yang besar.
Nah, untuk mendapatkan rak gudang dengan spesifikasi yang sesuai standar drive in rack, Anda bisa percayakan pada Rak Minimarket Indonesia. Produsen rak minimarket Indonesia ini dapat menjamin bahwa Anda bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang sangat kompetitif.
Model hingga ukuran rak pun dapat disesuaikan dengan desain layout gudang. Jadi, untuk Anda yang membutuhkan rak berkualitas, segera hubungi Rak Minimarket Indonesia.



