Kalau Anda sedang mengelola bisnis yang bergerak di bidang penjualan produk, entah itu makanan, obat-obatan, atau kosmetik, Anda perlu mengetahui perbedaan FIFO dan FEFO. Keduanya sama-sama digunakan sebagai sistem manajemen gudang. Akan tetapi, tapi cara kerjanya berbeda tergantung dari situasi dan kondisi.
Memilih di antara keduanya bukan soal mana yang lebih keren, tapi mana yang paling sesuai dengan jenis produk yang Anda jual. Salah pilih metode resikonya stok menumpuk atau bahkan produk melewati masa kadaluarsanya. Nah, supaya tidak salah langkah, yuk kita bedah satu per satu perbedaan fifo dan fefo dalam ulasan di bawah ini dan cari tahu mana yang terbaik untuk produk Anda!
Mengenal Metode FIFO

Apakah Anda pernah memperhatikan antrian di loket pembayaran? Siapa yang datang duluan dia yang dilayani lebih awal. Nah, ini mirip dengan konsep FIFO. Barang pertama datang dia yang harus keluar duluan. Mudah dan simpel, kan?
1. Apa Itu FIFO dan Bagaimana Cara Kerjanya?
FIFO adalah kepanjangan dari first in first out, metode pengelolaan stok di mana barang yang pertama masuk adalah barang yang pertama keluar. Tujuannya jelas, agar stok lama tidak terus-menerus tertumpuk oleh kiriman baru yang bisa menyebabkan barang tersebut rusak, berdebu, atau ketinggalan zaman.
Teknisnya, Anda tinggal meletakkan barang baru di bagian belakang rak gudang. Sedangkan stok lama ada di bagian depan agar karyawan atau pembeli lebih mudah mengambil. Dengan begitu, aliran stok barang Anda akan terus bergerak secara alami dan teratur.
2. Kelebihan FIFO dan Jenis Bisnis yang Cocok
Keunggulan dari metode ini adalah kemampuannya menekan resiko kerugian akibat penurunan kualitas barang karena aliran stoknya lancar. Selain itu, FIFO sangat membantu dalam proses pencatatan uang karena harga pokok penjualan (HPP) yang digunakan mengikuti urutan harga pembelian yang paling awal, sehingga laporan keuangan jadi lebih rapi.
Metode ini sangat cocok jika bisnis Anda menjual produk yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa atau tren. Misalnya bisnis pakaian, alat tulis, alat elektronik, ataupun bahan bangunan. Jika Anda mengelola toko yang barangnya cukup awet, FIFO adalah pilihan yang sangat aman untuk menjaga kualitas stok Anda.
Metode FIFO menawarkan kesederhanaan dan kemudahan yang sulit ditolak. Tapi kemudahannya itu ada batasannya. Ketika barang yang dijual memiliki tanggal kadaluarsa berbeda-beda, FIFO sudah tak lagi relevan, sistem FEFO-lah yang jadi solusinya.
Mengenal Metode FEFO

Perbedaan FIFO dan FEFO adalah di konsep cara kerjanya. Jika FIFO fokus pada urutan kedatangan barang, FEFO bekerja dengan logika berbeda. Di sini, yang menjadi prioritas bukan lagi siapa yang datang duluan, tapi siapa yang akan “pensiun” duluan. Nah, apa maksudnya? Yuk kita bahas.
1. FEFO dan Cara Kerjanya
FEFO atau first expired first out, artinya metode manajemen stok yang memprioritaskan pengeluaran barang berdasarkan tanggal kadaluarsa (expiry date) atau tanggal terbaik sebelum dikonsumsi (best before date). Tidak peduli kapan barang itu datang. Barang dengan tanggal kadaluarsa paling dekat, yang pertama kali harus keluar dari gudang.
Teknis cara kerjanya perlu ketelitian dalam mengecek satu per satu kemasan. Barang dengan tanggal kadaluarsa yang masih jauh diletakkan di bagian belakang, sementara yang sudah mendekati masa limit harus segera digeser ke depan agar segera diambil oleh pelanggan.
2. Kelebihan dan Jenis Bisnis yang Cocok
Kelebihan utama FEFO tentu saja adalah meminimalisir risiko barang rusak atau terbuang percuma karena sudah lewat tanggal pakainya. Jadi tidak akan ada lagi barang basi di pojokan. Namun, pengecekan tanggal expired ini memakan waktu dan butuh tenaga ekstra jika dilakukan manual.
Nah, ini yang jadi perbedaan FIFO dan FEFO. Jika FIFO mudah dan simpel, FEFO memerlukan dukungan penggunaan teknologi agar efisien dalam penerapannya. Tidak perlu yang rumit-rumit, Anda bisa menggunakan teknologi seperti sistem barcode, RFID, ataupun software manajemen stok agar bisa mengurutkan stok berdasar tanggal kadaluarsa secara otomatis.
Sistem FEFO adalah hukum “wajib” digunakan untuk bisnis ritel terutama yang menjual produk makanan, kosmetik, dan farmasi. Satu produk kadaluarsa yang lolos ke tangan pelanggan bisa merusak reputasi brand yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Mana yang Pas?

Setelah membedah kedua sistem bisa disimpulkan bahwa perbedaan FIFO dan FEFO ada pada prioritas utamanya, yaitu urutan kedatangan barang atau batas waktu pemakaian. Untuk barang tahan lama, FIFO cukup untuk jaga sirkulasi barang. Namun, bagi Anda yang mengelola minimarket barang konsumsi memahami perbedaan FIFO dan FEFO jadi krusial agar tidak ada kerugian karena barang kadaluarsa.
Intinya, kedua metode ini bisa digunakan secara fleksibel sesuai dengan kategori produk yang ada di toko Anda. Bahkan Anda bisa mengaplikasikan keduanya di minimarket Anda. Dengan memahami perbedaan fifo dan fefo dengan baik, Anda menyelamatkan toko dari kerugian barang rusak dan menambah kepercayaan pelanggan karena produk selalu dalam kondisi terbaik.
Kelola Stok Minimarket Lebih Mudah dan Profesional

Manajemen stok yang baik akan sulit tercapai jika tidak didukung oleh sarana yang memadai. Pengaturan posisi barang sesuai perbedaan FIFO dan FEFO membutuhkan rak yang kokoh, rapi, dan mudah diakses pelanggan atau karyawan.
Untuk itu, Rak Minimarket Indonesia hadir sebagai solusi kebutuhan bisnis Anda. Tersedia berbagai pilihan rak dan perlengkapan gudang yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Jangan biarkan manajemen stok Anda berantakan! Konsultasikan kebutuhan rak toko Anda bersama kami sekarang juga.



